Loading

wait a moment

Pakar IPB Temukan Produk Anti-Aging dari Sel Punca

dosen ipb

Teman Ardini – Salah satu penemuan dalam kiprah dosen IPB yang membanggakan tahun ini adalah penemuan produk anti-aging dari sel punca. Ini adalah salah satu penemuan yang cukup penting di mana memberikan tawaran yang baru bagi masyarakat guna menjaga penampilan mereka setiap hari.

Disadari atau tidak, saat ini, penelitian mengenai stem cell atau yang juga disebut sel punca merupakan tren yang sedang berkembang di dalam dunia ilmu pengetahuan. Dalam dunia kedokteran, sel punca ini dikenal sebagai salah satu media pengobatan dari ujung kaki ke ujung kepala yang sangat baik.

Pemanfaatan sel punca ini bisa dilakukan dengan cukup leluasa, aman dan tentu saja tidak mengakibatkan efek samping. Hal ini dikarenakan pemanfaatan sel ini dilakukan dengan bahan biologi yang asalnya dari tubuh pasien sendiri. Pengobatan ini juga sudah diterapkan dalam berbagai penyakit yang berbeda, seperti diabetes, jantung dan lainnya.

Sel punca terdapat dalam tali pusat dan juga sumsum tulang. Sel ini, juga dengan sel induk adalah sel yang belum mengalami proses menjadi jenis sel tertentu sehingga bisa dimanfaatkan untuk perbaikan dan juga penggantian sel tubuh yang rusak.

dosen ipb

Sel Punca Untuk Anti-Aging

Salah seorang peneliti dari IPB fokus pada pemanfaatan sel punca guna membuat resep anti-aging. Sejak tahun 2008 tang lalu, pusat studi satwa primate (PSSP) IBB mulai memanfaatkan stem cell sebagai salah satu produk anti-aging. Mereka menggunakan satwa primate sebagai bahan uji coba dikarenakan memiliki kemiripan biologis, fisiologis dan kekerabatan yang dekat dengan manusia.

Dalam penelitian yang dilakukan tersebut disebutkan bahwa peneliti mengambil tali pusar yang ada pada bayi manusia. Kemudian, tali pusar tersebut dimasukkan pada hewan model tikus yang sudah aging dengan proses injeksi. Kemudian, penelitian dilakukan untuk melihat apakah tikus tersebut mendapatkan efek pencegahan penuaan, seperti turunnya memori, melemahnya motorik dan lainnya.

Menurut Dr. Berry Juliandi, yang merupakan dosen di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB ini, injeksi sel punca yang dilakukan pada tikus ternyata mampu memberikan efek anti-aging. Dengan injeksi tersebut, memori serta motorik dari tikus tersebut pun menjadi semakin baik.

Ini adalah salah satu hasil yang sangat memuaskan setelah melakukan penelitian beberapa waktu lamanya. Dengan hasil penelitian ini, maka pemanfaatan sel punca bisa menjadi salah satu alternative untuk mengatasi masalah penuaan pada manusia.

Menjadi Ide Alternative

Disadari atau tidak, masalah penuaan –terutama penuaan dini, adalah salah satu masalah yang cukup besar dan seringkali membuat seseorang tidak percaya diri dengan penampilan mereka sendiri. Penuaan yang terjadi memang akan memberikan kesan yang kurang menarik sehingga penampilan seseorang sering tidak maksimal.

Oleh karena itu, banyak orang yang akhirnya memilih untuk melakukan perawatan kulit di berbagai klinik kesehatan yang ada di banyak tempat. Namun, tidak sedikit dari mereka yang terkena side effect yang tidak mereka duga sebelumnya.

Penemuan sel punca sebagai salah satu bahan anti-aging ini adalah salah satu penemuan yang sangat penting. Sel punca bisa dijadikan salah satu alternative yang sangat baik untuk mengatasi masalah penuaan tersebut. Terlebih, cara ini sudah terbukti aman dan cukup ampuh.

Ke depan, para peneliti IPB tersebut berharap bahwa pengembangan sel punca sebagai bahan atau metode anti-aging bisa terus dilakukan dengan baik. Dengan pengembangan yang tiada henti, tentu saja masyarakat akan merasakan manfaat dari penelitian yang dilakukan oleh orang-orang pandai tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *