Loading

wait a moment

Hak Karyawan Kontrak yang Terdapat Dalam UU Ketenagakerjaan

hak karyawan kontrak

Teman Ardini – Di dalam Undang-undang sudah terdapat peraturan tentang hak karyawan kontrak. Peraturan tentang ketenagakerjaan ini dimuat dalam Undang-undang No 13 Tahun 2003 untuk melindungi hak-hak pekerja di Indonesia agar para tenaga kerja bisa mendapatkan kehidupan yang layak. 

Hak Karyawan Kontrak yang Harus Dipahami

Banyak karyawan yang masih belum memahami hak-nya masing-masing yang sudah dilindungi oleh UU. Hal ini membuat beberapa pengusaha nakal memanfaatkan kesempatan ini dan membuat karyawannya diperlakukan tidak adil dan tanpa memperhatikan haknya. Maka dari itu sebagai karyawan bisa memahami terlebih dahulu hak yang dimiliki yang memang sudah diatur dalam undang-undang.

hak karyawan kontrak

1. PHK

PHK memang sering terjadi secara tiba-tiba namun PHK juga sudah diatur dalam undang-undang yaitu hak akan uang pesangon. Karyawan dengan masa kerja antara 1 hingga 2 tahun mendapatkan 2 bulan upah sedangkan karyawan dengan masa kerja antara 2 hingga 3 tahun mendapatkan 3 bulan upah.

2. Lembur

Karyawan yang lembur juga mendapatkan hak. Karyawan hanya boleh bekerja sehari dengan total 8 jam dan 5 hari dalam seminggu. Apabila bekerja selama 6 hari seminggu maka hanya diperbolehkan bekerja selama 7 jam sehari. Apabila waktu kerjanya lebih maka akan dianggap lembur dan perusahaan harus membayar uang lembur kepada karyawan. Waktu lembu juga hanya diperbolehkan maksimal 3 jam sehari.

3. Cuti

Setiap karyawan berhak mendapatkan cuti 12 hari selama setahun. Karyawan juga tidak wajib bekerja pada hari libur nasional. Karyawan juga berhak mendapatkan cuti di hari penting seperti 1 hari ketika istri melahirkan, 3 hari untuk menikah, dan 2 hari saat keluarga meninggal dunia.

4. Karyawan harus diperlakukan sama

Misalnya tempat bekerja didominasi oleh agama atau suku tertentu namun setiap orang meskipun memiliki agama yang berbeda memiliki hak untuk diberlakukan sama tanpa memandang suku, ras, agama, keturunan, warna kulit, jenis kelamin, dan aliran politi tanpa diskriminasi.

5. Upah

Upah yang diberikan kepada karyawan baik itu pria ataupun wanita harus sama berdasarkan beban kerjanya. Karyawan juga berhak diupah meskipun tidak masuk kerja dengan alasan seperti istri melahirkan, keluarga meninggal, atau menikahkan anak.

6. Ibadah

Setiap karyawan berhak menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing. Misalnya seseorang beragama Islam berhak melakukan ibadah pada saat jam kerja dan juga berhak mengambil cuti saat menjalankan ibadah haji.

7. Jaminan sosial dan K3

Setiap pekerjaan tetap memiliki resiko sehingga perusahaan harus menyediakan fasilitas untuk pemeliharaan kesehatan, jaminan hari tua, kecelakaan kerja, dan kematian yaitu dengan menyediakan fasilitas asuransi kesehatan. 

8. Hak untuk karyawan perempuan

Karyawan perempuan memiliki hak yaitu perempuan yang masih di bawah 18 tahun dan sedang mengandung, tidak boleh bekerja pada pukul 23.00 hingga 07.00. Perempuan berhak cuti 1,5 bulan sebelum dan sesudah melahirkan namun dengan syarat atas keterangan dokter dan juga berhak untuk tidak masuk kerja pada hari pertama dan kedua haid. 

9. Mogok kerja

Karyawan juga berhak mogor kerja namun harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perusahaan dan dinas ketenagakerjaan sudah harus menerima surat mogok kerja paling lambat seminggu sebelum dilakukan mogok kerja.

10. Hak tetap dilindungi meskipun hanya karyawan kontrak

Jangka waktu kontrak biasanya bervariasi ada yang hanya hitungan bulan atau hingga bertahun-tahun bahkan ada yang menjadi karyawan kontrak selamanya. Padahal seseorang hanya bisa terikat kontrak selama 5 tahun saja. Hak karyawan kontrak maksimal 2 tahun dan diperpanjang 1 kali dengan maksimal 1 tahun. Kontrak juga masih dapat diperbarui lagi satu kali dengan jangka waktu maksimal 2 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *