Loading

wait a moment

Ahmad, Tetap Setia Berjualan Asinan Sejak Zaman Soekarno

asuransi wakaf

Ardini Humaira – Hidup di kota besar memang sangat sulit bahkan untuk orang yang masih segar-bugar. Lalu, bagaimana untuk mereka yang sudah tua? Tentunya rasanya akan makin menyesakkan, kan? Namun, hal itu tetap dilalui oleh Ahmad yang setia berjualan asinan sejak zaman Soekarno. Sebab itu, lelaki yang telah berusia lebih dari 80 tahun ini patut menerima asuransi wakaf.

asuransi wakaf

Telah Tinggal dan Berjualan di Jakarta Sejak Zaman Soekarno

Ahmad, bersama dengan istrinya sebenarnya sudah tinggal lama di Jakarta. Sejak masa pemerintahan presiden pertama Indonesia, ia sudah menggeluti usahanya sebagai seorang penjual asinan keliling. Hingga kini, bersama sang istri yang juga masih sedia menemani, beliau masih berjualan asinan di sekitaran Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

Sambil terbungkuk-bungkuk, seringkali Ahmad yang lebih dikenal sebagai Babe olah langganannya ini menghentikan perjalanannya untuk istirahat. Tentu saja, fisiknya sudah tak lagi seprima dulu. Ia memang sudah tak sanggup lagi berjalan lama. Bahkan, tangannya juga sering tampak gemetar ketika menata bungkusan asinan di kotak atau ambilkan pesanan.

Tak Mau Berpangku Tangan

Meski tubuhnya sudah menua, namun semangat Ahmad tak pernah surut. Baginya, pantang pulang sebelum asinan yang dijualnya laku. Hal ini dilakukannya untuk menafkahi keluarga. Bersama sang istri, Nenah, mereka terus mengitari daerah Jakarta untuk menemukan pembeli yang mau membeli dagangannya.

Cobalah tanya apakah ia berniat untuk berhenti. Ahmad akan dengan tegas mengatakan bahwa ia tak akan berhenti selagi diberi kesehatan dan umur yang panjang. Istrinya memang sangat mengagumi semangat dari Ahmad, namun ia juga sering prihatin dengan keadaan Babe yang sudah tak memungkinkan untuk berjualan keliling.

Sejak tahun 1950-an, kakek Ahmad sudah berjualan di Jakarta. Kini, dalam satu hari rata-rata kakek Ahmad bisa mengantongi uang 50 hingga 75 ribu rupiah dari hasil berjualan asinan. Sedangkan harga asinan yang dijualnya diberi banderol hanya sekitar Rp10.000,- saja per bungkus.

Dibantu Tukang Ojek

Meski semangatnya sangat menggebu-gebu, namun apa daya fisik Ahmad sudah tak sesehat dulu lagi. Bila dulu ia tak masalah harus mendorong gerobak pulang pergi dan berjualan manisan sepanjang hari, kini ia tak bisa melakukannya lagi. Meskipun pergi tetap dengan mendorong gerobak, namun saat pulang, ia harus menggunakan jasa tukang ojek.

Sedangkan gerobaknya sendiri akan dibawa Nenah, sang istri pulang. Mereka berdua bergantian menuntut gerobak setiap harinya untuk kembali ke rumah. Benar-benar kisah inspiratif yang mengharukan, kan?

Asuransi Allianz Wakaf

Sangat pantas bila Ahmad menerima asuransi Allianz wakaf. Dengan adanya asuransi ini, Ahmad bisa memperoleh perlindungan terbaik di hari tuanya. Ia akan mendapat perlindungan santunan asuransi jiwa dasar yang besarnya mampu mencapai 375 juta rupiah. Selain itu, ia juga akan mendapat santunan asuransi penyakit kritis dan asuransi cacat tetap total.

Santunan jiwa dan cacat tetap akibat kecelakaan juga akan mereka dapatkan. Masing-masing perlindungan tersebut akan diberikan dengan besaran hingga 150 juta rupiah. Tentu saja, dengan semua perlindungan ini, Ahmad, Nenah dan keluarganya bisa hidup lebih nyaman di hari tuanya ini.

Kisah Pak Ahmad yang tak pernah menyerah dengan keadaan dan pantas untuk berhenti meski fisiknya sudah lemah bisa dijadikan inspirasi yang menarik untuk semua orang. Pantas saja kalau anugerah asuransi wakaf dari Allianz diberikan pada beliau dan istrinya, Nenah. Meski sudah tua, mereka berdua tak pernah lelah untuk berusaha dan menghidupi keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *