Loading

wait a moment

PT RAPP Selalu Melibatkan Masyarakat Dalam Operasionalnya

Image Source: APRIL

Teman Ardini – PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) memandang diri sendiri sebagai bagian dari masyarakat. Oleh sebab itu, mereka selalu melibatkan masyarakat dalam operasionalnya.

PT RAPP merupakan unit operasional bagian dari Grup APRIL. Induk perusahaannya ini dikenal sebagai produsen pulp dan kertas terkemuka. Per tahun, APRIL mampu memproduksi pulp sebanyak 2,8 juta ton dan kertas hingga 850 ribu ton.

Dalam proses produksi maupun pengelolaan perkebunan sebagai sumber bahan baku pulp dan kertas, APRIL menyerahkannya ke RAPP Riau. Akibatnya RAPP juga menangani lahan perkebunan seluas 476 ribu hektare yang ditanami pohon akasia. Mereka kemudian menjalin kerja sama dengan 40 mitra pemasok jangka panjang dalam pelaksanaannya.

Bagi Riau Andalan Pulp & Paper, masyarakat dipandang krusial. Mereka dinilai sebagai bagian integral dari masa depan perusahaan. RAPP menyakini bahwa mereka tidak bisa berdiri sendiri tanpa partisipasi masyarakat. Oleh karena itu sebisa mungkin mereka selalu melibatkan khalayak di sekitarnya dalam segala hal.

Pelibatan masyarakat sudah dimulai oleh PT RAPP sejak awal dalam pengelolaan lahan. Tim dari RAPP Riau turun langsung ke desa-desa di sekitar perusahaan. Di sana mereka melakukan peninjauan terkait kebutuhan masyarakat di sejumlah desa dan melaksanakan dialog untuk membahas pengelolaan lahan.

Bukan hanya itu, tim RAPP juga membuka diri untuk menjawab pertanyaan yang diutarakan oleh anggota komunitas lokal setempat. Dialog semacam ini dilakukan secara berkala. Tim PT RAPP selalu rutin melakukan kunjungan dan bertemu dengan perwakilan berbagai desa sekitar demi menjaga hubungan baik.

Dalam melaksanakan dialog, ada prinsip khusus yang dipegang oleh Riau Andalan Pulp & Paper. Mereka selalu mendasarkan komunikasi kepada prinsip Free Prior, Informed Concent (FPIC). Ini adalah konsep yang dikeluarkan oleh United Nations Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII). Tujuannya untuk melindungi warga asli di sebuah kawasan yang dikembangkan.

Namun, prinsip khas Indonesia berupa musyawarah dan mufakat juga tetap dipegang. Hal ini akan sangat berguna ketika terjadi perbedaaan pendapat. Sesudah dialog akan dirumuskan suara mayoritas yang dijadikan pegangan.

Hal ini kerap dilakukan terkait pengelolaan lahan di sejumlah wilayah konsesi. Hasil musyawarah bakal dijadikan dasar dalam pengelolaan lahan oleh PT RAPP.

Berangkat dari proses dialog dan musyawarah yang dilakukan terwujud sebuah perjanjian dengan para pemimpin desa. Perjanjian ini diupayakan supaya semua kebutuhan masyarakat terakomodasi.

Namun, jika terjadi perselisihan, RAPP selalu tranparan dalam penyelesaian sengketa. Mereka juga membuka diri terhadap kehadiran pihak ketiga sebagai medioator jika memang diperlukan.

Terlepas dari itu, proses perjanjian ini akhirnya membuka proses lebih lanjut dalam pelibatan masyarakat dalam operasional RAPP Riau. Biasanya di dalam perjanjian berisi sejumlah komitmen dari RAPP untuk berkontribusi pada pengembangan masyarakat terkait mata pencaharian, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur termasuk pada bidang pertanian dan peternakan.

Hal ini akhirnya menjadi pintu bagi Riau Andalan Pulp & Paper untuk pelibatan masyarakat berikutnya. Mereka melakukan sejumlah kegiatan untuk masyarakat seperti pemberdayaan untuk meningkat taraf kehidupan.

Secara khusus, PT RAPP mengggulirkan eco-village untuk sekitar 150 desa di sekitar wilayah konsesinya sebagai langkah nyata. Program ini sudah mulai dirintis sejak 2012. Inti di dalam kegiatan ini ialah memberdayakan masyarakat desa agar mampu mandiri tanpa menggantungkan diri dari sumbangan.

Seperti dilaporkan Bisnis.com, RAPP Riau sudah menyiapkan dua desa yang dijadikan percontohan. Dua desa yang akan disiapkan sebagai percontohan adalah Desa Sering dan Desa Binjai di Pelalawan, Riau. Untuk memastikan kegiatan berjalan tepat sasaran, RAPP menggandeng lembaga swadaya masyarakat Bidara.

“Falsafah kegiatan pemberdayaan masyarakat kami didasarkan pada kepercayaan apa yang baik bagi masyarakat tentunya baik pula bagi negara dan juga baik bagi perusahaan,” jelas Presiden Direktur PT RAPP Kusnan Rahmin di Bisnis.com.

RAGAM KEGIATAN PELIBATAN MASYARAKAT

Image Source: APRIL

Dalam pelibatan masyarakat terdapat berbagai jenis kegiatan yang dijalankan oleh PT RAPP. Namun, tujuannya sama, yakni memberdayakan masyarakat supaya bisa mandiri.

Pertama adalah pembukaan lapangan kerja oleh Riau Andalan Pulp & Paper. Keberadaan mereka menjadi berkah tersendiri karena menyerap tenaga kerja. Lihat saja setidaknya ada 5 ribu kesempatan kerja untuk masyarakat Riau. Selain itu, kehadiran mereka membuka lapangan kerja tidak langsung untuk lebih dari 11.200 kontraktor. Jumlah ini tidak termasuk luar biasa untuk ukuran sumbangan dari satu perusahaan.

Namun, pelibatan masyarakat yang dilakukan oleh PT RAPP tidak hanya terkait pembukaan lapangan kerja. Mereka juga aktif mengajak masyarakat untuk ikut serta mendukung kegiatan operasionalnya.

Sebagai contoh adalah kegiatan Masyarakat Petani Serat. Melalui program ini, RAPP Riau akan mendorong masyarakat untuk menjalin kemitraan dengan mereka lewat pembuatan perkebunan akasia.

Nantinya perkebunan tersebut dikelola oleh warga sendiri. Namun, PT RAPP memberikan dukungan kepada masyarakat. Bentuknya bermacam-macam mulai dari bantuan pembiayaan, pembibitan dan pemupukan, serta pemeliharaan perkebunan.

Kegiatan ini rupanya menuai sukses. Sampai saat ini sudah ada 28.384 hektare lahan yang telah didedikasikan untuk masyarakat petani serat. Selain itu, ada dana sekitar 1.200 dolar Amerika Serikat yang telah diinvestasikan untuk tanaman.

Namun, lebih penting dari itu, banyak lapangan kerja yang sudah dibuka berkat program Masyarakat Petani Serat. Sebagai bayangan, untuk setiap 100 hektare lahan perkebunan akan menyerap 30 hingga 35 orang karyawan. Jadi, setidaknya sudah ada lebih dari 8.500 orang yang mendapat peluang kerja dari program tersebut.

Pelibatan masyarakat dalam kegiatan operasional juga dijalankan oleh PT RAPP melalui dukungan pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Lewat program ini, RAPP Riau berupaya membantu pengusaha dalam hal bantuan teknis dan finansial.

Selanjutnya mereka sering membuka kerja sama dengan para pengusaha tersebut. Pengusaha UKM sering diperbolehkan untuk menjadi penyuplai barang atau jasa yang diperlukan oleh RAPP.

Namun, PT RAPP tidak membatasinya. Pengusaha yang bergerak dalam bidang yang tidak berhubungan sama sekali dengan pihaknya juga tetap didukung. Buktinya mereka kerap memberi pelatihan keterampilan khusus seperti menjahit, salon, memasak, pengolahan dan produksi madu, pemotongan kayu, dan otomotif.

Kegiatan ini telah mempunyai dampak besar khususnya di Riau yang menjadi basis Riau Andalan Pulp & Paper. Sampai saat ini, mereka telah membantu 189 pengusaha secara langsung untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Bukan hanya itu, diperkirakan setidaknya ada 1.900 lapangan kerja yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.

Riau Andalan Pulp & Paper mempunyai misi khusus di balik dukungan terhadap pengusaha UKM. Mereka rupanya ingin melahirkan para pengusaha baru di berbagai daerah di sekitar area operasional perusahaannya. RAPP tahu bahwa keberadaan pengusaha berkaitan erat dengan kemajuan sebuah kawasan.

RAPP mau melibatkan masyarakat karena ingin memberi manfaat. Mereka ingin pihaknya berguna bagi pelanggan, masyarakat, hingga negara. Berbagai program yang dicanangkan itulah yang menjadi perwujudan nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *